Tanpa Judul
Jumat, 06 Desember 2013
Assalammualikum
Tuhan... selamat pagi, atau selamat siang, dan selamat malam. Aku tak tahu di surga sedang musim apa, penghujan atau kemaraukah? Ataukah mungkin sekarang sedang turun salju? Pasti indah. Kalau boleh berbincang sedikit, aku belum pernah melihat salju. Mungkin, kalau aku sudah cukup dewasa dan sudah bisa menghasilkan uang sendiri, aku akan bisa menyaksikan salju, dengan mata kepalaku sendiri.
Aku tahu Kamu tak pernah sibuk. Aku tahu Kamu selalu mendengar isi hatiku meskipun Kamu tak segera memberi pukpuk di bahuku. Aku tak perlu curiga padaMu, soal Kamu mendengar doaku atau tidak. Aku percaya telingaMu selalu tersedia untuk siapapun yang percaya padaMu. Aku yakin pelukanMu selalu terbuka bagi siapapun yang lelah pada dunia yang membuatnya menggigil. Aku mengerti tanganMu selalu siap menyatukan kembali kepingan-kepingan hati yang patah.
Masih tentang hal yang sama, Tuhan. Aku belum ingin ganti topik. Tentang dia. Seseorang yang selalu kuperbicangkan sangat lama bersamaMu. Seseorang yang selalu kusebut dalam setiap frasa kata ketika aku bercakap panjang denganMu.
Aku sudah tahu, perpisahan yang Kauciptakan adalah sesuatu yang terbaik untukku. Aku mengerti kalau Kamu sudah mempersiapkan seseorang yang jauh lebih baik darinya. Tapi... bukan berarti aku harus absen menyebut namanya dalam doaku bukan?
Nah... kalau yang ini, aku juga sudah tahu. Dia sudah menemukan penggantiku, entah lebih baik atau lebih buruk dariku. Atas alasan apapun, aku harus turut bahagia mendengar berita itu, karena ia tak perlu merayakan kesedihannya seperti yang aku lakukan beberapa hari terakhir ini. Seiring mendapatkan penggantiku, ia tak perlu merasa galau ataupun merasa kehilangan. Sungguh... aku tak pernah ingin dia merasakan sakit seperti yang kurasakan, Tuhan. Aku tak pernah tega melihat kecintaanku terluka seperti luka yang belum juga kering di dadaku. Aku hanya ingin kebahagiaannya terjamin olehMu, dengan atau tanpaku.
Tolong kali ini jangan tertawa, Tuhan. Aku tentu saja menangis, dadaku sesak ketika tahu semua berlalu begitu cepat. Apalagi ketika dia menemukan penggantiku hanya dalam hitung jam. Aku memang tak habis pikir. Padahal, aku sedang menikmati perasaan bahagia yang meletup pelan-pelan itu. Bukannya ingin berpikiran negatif, tapi ternyata setiap manusia punya topengnya masing-masing. Ia berganti-ganti peran sesukanya. Sementara aku belum cukup cerdas untuk mengerti wajah dan kenampakan aslinya. Aku hanya melihat segala hal yang ia tunjukkan padaku, tanpa pernah tahu apa yang sebenarnya ada dalam hatinya.
Aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Bagaimana hubungannya dengan kekasih barunya. Aku tak terlalu ingin mengurusi hal itu. Aku yakin dia pasti bahagia, karena begitu mudah mendapatkan penggantiku.
Aku percaya dia sedang dalam titik jatuh cinta setengah mati pada kekasih barunya, dan tidak lagi membutuhkan aku dalam helaan napasnya. Permintaan yang sama seperti kemarin, Tuhan. Jagalah kebahagiaannya untukku. Bahagiakan dia untukku. Senyumnya adalah segalanya yang kuharapkan. Bahkan, aku rela menangis untuknya agar ada lengkungan senyum di bibirnya. Aku ingin lakukan apapun untuknya, tanpa melupakan rasa cintaku padaMu. Aku memang tak menyentuhnya. Tapi... dalam jarak sejauh ini, aku bisa terus memeluknya dalam doa.
Pernah terpikir agar aku bisa terkena amnesia dan melupakan segala sakit yang pernah kurasa. Agar aku tak pernah merasa kehilangan dan tak perlu menangisi sebuah perpisahan. Rasanya hidup tak akan terlalu rumit jika setiap orang mudah melupakan rasa sakit dan hanya mengingat rasa bahagia. Namun... aku tahu hidup tak bisa seperti itu, Tuhan. Harus ada rasa sakit agar kita tahu rasa bahagia. Tapi, bagiku rasa sakit yang terlalu sering bisa membuat seseorang menikmati yang telah terjadi. Itu dalam persepsiku lho, Tuhan. Kalau pendapatMu berbeda juga tak apa-apa.
Aku memang tak perlu meratap, karena sepertinya ia bahagia bersama kekasih barunya. Ia pasti telah menemukan dunia baru yang indah dan menyenangkan. Aku turut senang jika hal itu benar, kembali pada bagian awal, Tuhan. Aku tak pernah ingin dia merasakan sakitnya perpisahan, seperti yang aku rasakan.
Akhir percakapan, aku tidak minta agar dia segera putus dari kekasihnya, atau hubungan mereka segera kandas di tengah jalan. Aku hanya minta agar ia sembuh dari maag akutnya. Agar ia terhindar dari vertigo parahnya. Agar muntah darahnya berhenti ketika tubuhnya kelelahan. Semoga kekasihnya mengerti betul penyakitnya seperti aku mengerti rasa sakitnya
Kamis, 12 April 2012
Simone Pepe: Kami Harus Lebih Tajam Di Depan Gawang
Bermain lebih baik dan mendominasi, terutama di paruh pertama, Juventus "hanya" sanggup membukukan kemenangan tipis 2-1 kala meladeni kunjungan Lazio di Juventus Stadium, Kamis (12/4) dinihari WIB.
Dari serangkaian peluang yang tercipta sebelum turun minum, cuma satu yang dapat dikonversi menjadi gol melalui tendangan overhead cantik Simone Pepe.
Gli Aquilotti, yang jarang mengancam, menyamakan angka lewat Stefano Mauri tepat jelang rehat, sebelum Alessandro Del Piero memastikan tiga angka untuk Bianconeri via sepakan bebas di babak kedua.
Hasil itu memang cukup untuk membawa Juve kembali menempati capolista Serie A pada pekan ke-32, namun kekurangan dari segi pemanfaatan peluang tentu wajib jadi perhatian di laga-laga selanjutnya. Hal itu pun diakui oleh Pepe.
"Untunglah dia [Del Piero] melakukan tendangan itu! Kami mengkreasikan setidaknya sepuluh peluang mencetak gol di babak pertama tanpa berhasil mengamankan laga ini sejak dini. Kami harus lebih tajam di depan gawang," katanya di situs resmi klub.
Soal gol pembukanya di babak I, sang winger mengatakan: "Itu luar biasa. Beberapa saat sebelumnya saya gagal memaksimalkan peluang bagus, sebagian karena penampilan bagus [Federico] Marchetti dan sebagian karena kesalahan saya sendiri. Untunglah saya dapat segera menebusnya."
Andrea Stramaccioni Yakin Inter Milan Bisa Finis Ketiga
Pergantian nakhoda tim dari Claudio Ranieri ke Andrea Stramaccioni terbukti mendatangkan angin positif bagi Inter Milan. Dalam tiga laga perdana bersama sang allenatore muda, Inter sukses mengantungi dua kemenangan dan satu seri.
Terakhir, Sang Ular Raksasa berhasil membalikkan ketertinggalan atas tamunya Siena, untuk menang 2-1 pada giornata 32 Serie A di Giuseppe Meazza, Kamis (12/4) dinihari WIB.
Dengan kemenangan ini, Inter berhasil memangkas jarak dengan tim peringkat tiga, Lazio, yang disaat bersamaan ditaklukkan Juventus, menjadi enam angka, dan Stramaccioni pun yakin merebut slot terakhir ke Liga Champions itu bukan hal mustahil bagi Inter.
"Kami tetap harus bekerja keras, tapi sekarang ini kami performa kami sedang baik," tutur pria 36 tahun itu kepada Rai Sport.
"Posisi ketiga? Saya percaya itu mungkin. Kami tidak melihat klasemen, tapi hanya memikirkan laga satu demi satu."
"Kami menelan gol cepat di awal laga menghadapi salah satu tim yang paling in-form saat ini, tapi kami menunjukkan bagaimana Inter sebenarnya dan berhasil membalikkan skor," lanjut Stramaccioni, mengomentari jalannya laga kontra Siena.
"Kami menampilkan permainan bagus dan memiliki banyak kesempatan mencetak gol," pungkasnya.
Pemain, Pelatih, Tim Terbaik Serie A Italia 32ยช Giornata Versi GOAL.com Indonesia
Tampil dengan tim "seadanya", AC Milan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Chievo. Sayang, Rossoneri hanya merasakan capolista selama 24 jam, karena sehari kemudian Juventus berhasil menyegel kemenangan atas Lazio 2-1 di Juventus Stadium. Sulley Muntari dan Alessandro Del Piero menjadi pahlawan bagi tim masing-masing.
Perebutan satu tempat tersisa ke Liga Champions musim depan tidak kalah menarik. AS Roma yang sempat dibanjiri kritik akibat hasil negatif pekan lalu, merangsek ke peringkat lima menggeser Napoli yang secara mengejutkan takluk 3-1 dari Atalanta di San Paolo.
I Giallorossi kembali bermimpi unjuk gigi di Liga Champions, karena kini hanya defisit empat poin dari Biancocelesti. Roma juga hanya terpaut satu angka dari Udinese yang mereka bekuk 3-1 melalui perjuangan dramatis.
Melihat serangkaian hasil tersebut, zheptaseptianto.blogspot.com merangkum 11 pemain yang layak dinobatkan sebagai yang terbaik pada giornata ke-32 Serie A Italia.
PENJAGA GAWANG

Federico Marchetti
Federico Marchetti
Lazio memang harus pulang dengan tangan
hampa, tapi Federico Marchetti berperan besar karena perjuangannya di
bawah mistar gawang. Marchetti berkali-kali jatuh bangun menyelamatkan
gawang agar tidak menjadi bulan-bulanan dari serangkaian peluang
Juventus.
| BEK KANAN |
BEK TENGAH | BEK TENGAH | BEK KIRI |
Rodrigo Taddei |
Javier Zanetti |
Alessandro Lucarelli |
Gianpaolo Bellini |
Mencegah Antonio Di Natale bergerak dengan leluasa saat menerima bola. Penempatan posisinya nyaris tidak pernah gagal sehingga Udinese kesulitan mencari celah.
Javier Zanetti merupakan sosok sentral dari kemenangan Inter. Melakukan sebuah penyelamatan gemilang ketika Mattia Destro hampir menjebol gawang Julio Cesar.
Tidak mudah untuk Novara memasuki area penalti Parma karena Alessandro Lucarelli tampil konsisten sepanjang. Meski acapkali membantu serangan, bek veteran ini bisa dengan cepat kembali ke posisi asli jika mendapat ancaman lawan.
Edinson Cavani dibuat tak berkutik berkat penjagaan ketat Gianpaolo Bellini. Tidak hanya disiplin menjaga daerahnyam Bellini tidak segan membantu serangan. Hasilnya, dia ikut mencetak gol, memanfaatkan assist Ezequiel Schelotto.
| GELANDANG KANAN | GELANDANG TENGAH | GELANDANG KIRI |
Simone Pepe |
Andrea Pirlo |
Sulley Muntari |
Sebelum membuka skor Juventus dengan sebuah tendangan akrobatik, Pepe sudah berkali-kali meneror pertahanan Lazio. Tidak hanya tepat dalam mencari peluang, Pepe juga sering mengirim umpan-umpan silang yang membahayakan gawang Marchetti.
Andrea Pirlo memang tidak ikut membukukan gol di laga krusial ini. Tapi, dia merupakan motor serangan, pengatur tempo serta memanjakan para penyerang dengan passing-passing cantik ke depan gawang.
Penampilan Sulley Muntari tidak terlalu istimewa, tapi dia mencetak gol krusial ke gawang Chievo melalui sebuah proses cantik. Sebuah tendangan keras dari jarak jauh dilepaskan Muntari usai menerima umpan Robinho.
| PENYERANG KANAN |
PENYERANG TENGAH | PENYERANG KIRI |
Alessandro Del Piero |
Diego Milito |
Pablo Osvaldo |
Alessandro Del Piero kembali menunjukkan dirinya belum habis. Tampil sebagai pemain pengganti, Il Capitano Bianconeri ini mencetak gol penentu kemenangan, meski baru tampil kurang dari sepuluh menit.
Tampil ngotot sepanjang pertandingan, setelah menciptakan sejumlah kans di babak pertama Diego Milito akhirnya memecahkan kebuntuan berkat sepasang golnya, sekaligus menyelamatkan Inter dari hasil negatif.
Pablo Osvaldo menjadi bintang di laga krusial kontra Udinese. Tidak hanya membuka keunggulan Roma, Osvaldo yang tampil tak kenal lelah membuka peluang Francesco Totti mencetak gol kedua di empat menit laga sisa.
PELATIH TERBAIK

Luis Enrique (AS Roma)
Debut Luis Enrique bersama AS Roma tidak mudah. Pelatih asal Spanyol ini kembali dibanjiri kritik atas kekalahan pekan lalu. Tapi, Enrique membuktikan I Giallorossi mampu bangkit dan pekan ini dengan segala kepercayaan dirinya untuk tidak mundur, mantan pelatih Barcelona B ini tidak hanya memberikan kemenangan, tapi membuka impian tampil di Liga Champions musim depan.
Luis Enrique (AS Roma)
Debut Luis Enrique bersama AS Roma tidak mudah. Pelatih asal Spanyol ini kembali dibanjiri kritik atas kekalahan pekan lalu. Tapi, Enrique membuktikan I Giallorossi mampu bangkit dan pekan ini dengan segala kepercayaan dirinya untuk tidak mundur, mantan pelatih Barcelona B ini tidak hanya memberikan kemenangan, tapi membuka impian tampil di Liga Champions musim depan.
Langganan:
Postingan (Atom)