Kamis, 12 April 2012

Simone Pepe: Kami Harus Lebih Tajam Di Depan Gawang

Simone Pepe - Juventus
Bermain lebih baik dan mendominasi, terutama di paruh pertama, Juventus "hanya" sanggup membukukan kemenangan tipis 2-1 kala meladeni kunjungan Lazio di Juventus Stadium, Kamis (12/4) dinihari WIB.
Dari serangkaian peluang yang tercipta sebelum turun minum, cuma satu yang dapat dikonversi menjadi gol melalui tendangan overhead cantik Simone Pepe.

Gli Aquilotti, yang jarang mengancam, menyamakan angka lewat Stefano Mauri tepat jelang rehat, sebelum Alessandro Del Piero memastikan tiga angka untuk Bianconeri via sepakan bebas di babak kedua.
Hasil itu memang cukup untuk membawa Juve kembali menempati capolista Serie A pada pekan ke-32, namun kekurangan dari segi pemanfaatan peluang tentu wajib jadi perhatian di laga-laga selanjutnya. Hal itu pun diakui oleh Pepe.
"Untunglah dia [Del Piero] melakukan tendangan itu! Kami mengkreasikan setidaknya sepuluh peluang mencetak gol di babak pertama tanpa berhasil mengamankan laga ini sejak dini. Kami harus lebih tajam di depan gawang," katanya di situs resmi klub.
Soal gol pembukanya di babak I, sang winger mengatakan: "Itu luar biasa. Beberapa saat sebelumnya saya gagal memaksimalkan peluang bagus, sebagian karena penampilan bagus [Federico] Marchetti dan sebagian karena kesalahan saya sendiri. Untunglah saya dapat segera menebusnya."



Andrea Stramaccioni Yakin Inter Milan Bisa Finis Ketiga

Andrea Stramaccioni - Inter
Pergantian nakhoda tim dari Claudio Ranieri ke Andrea Stramaccioni terbukti mendatangkan angin positif bagi Inter Milan. Dalam tiga laga perdana bersama sang allenatore muda, Inter sukses mengantungi dua kemenangan dan satu seri.

Terakhir, Sang Ular Raksasa berhasil membalikkan ketertinggalan atas tamunya Siena, untuk menang 2-1 pada giornata 32 Serie A di Giuseppe Meazza, Kamis (12/4) dinihari WIB.
Dengan kemenangan ini, Inter berhasil memangkas jarak dengan tim peringkat tiga, Lazio, yang disaat bersamaan ditaklukkan Juventus, menjadi enam angka, dan Stramaccioni pun yakin merebut slot terakhir ke Liga Champions itu bukan hal mustahil bagi Inter.

"Kami tetap harus bekerja keras, tapi sekarang ini kami performa kami sedang baik," tutur pria 36 tahun itu kepada Rai Sport.

"Posisi ketiga? Saya percaya itu mungkin. Kami tidak melihat klasemen, tapi hanya memikirkan laga satu demi satu."

"Kami menelan gol cepat di awal laga menghadapi salah satu tim yang paling in-form saat ini, tapi kami menunjukkan bagaimana Inter sebenarnya dan berhasil membalikkan skor," lanjut Stramaccioni, mengomentari jalannya laga kontra Siena.

"Kami menampilkan permainan bagus dan memiliki banyak kesempatan mencetak gol," pungkasnya.

Pemain, Pelatih, Tim Terbaik Serie A Italia 32ª Giornata Versi GOAL.com Indonesia

Simone Pepe - Juventus
Tampil dengan tim "seadanya", AC Milan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Chievo. Sayang, Rossoneri hanya merasakan capolista selama 24 jam, karena sehari kemudian Juventus berhasil menyegel kemenangan atas Lazio 2-1 di Juventus Stadium. Sulley Muntari dan Alessandro Del Piero menjadi pahlawan bagi tim masing-masing.

Perebutan satu tempat tersisa ke Liga Champions musim depan tidak kalah menarik. AS Roma yang sempat dibanjiri kritik akibat hasil negatif pekan lalu, merangsek ke peringkat lima menggeser Napoli yang secara mengejutkan takluk 3-1 dari Atalanta di San Paolo.

I Giallorossi
kembali bermimpi unjuk gigi di Liga Champions, karena kini hanya defisit empat poin dari Biancocelesti. Roma juga hanya terpaut satu angka dari Udinese yang mereka bekuk 3-1 melalui perjuangan dramatis.

Melihat serangkaian hasil tersebut, zheptaseptianto.blogspot.com merangkum 11 pemain yang layak dinobatkan sebagai yang terbaik pada giornata ke-32 Serie A Italia.


PENJAGA GAWANG

Federico Marchetti

Lazio memang harus pulang dengan tangan hampa, tapi Federico Marchetti berperan besar karena perjuangannya di bawah mistar gawang. Marchetti berkali-kali jatuh bangun menyelamatkan gawang agar tidak menjadi bulan-bulanan dari serangkaian peluang Juventus.

BEK KANAN
BEK TENGAH BEK TENGAH BEK KIRI

Rodrigo Taddei

Javier Zanetti

Alessandro Lucarelli

Gianpaolo Bellini

Mencegah Antonio Di Natale bergerak dengan leluasa saat menerima bola. Penempatan posisinya nyaris tidak pernah gagal sehingga Udinese kesulitan mencari celah.

Javier Zanetti merupakan sosok sentral dari kemenangan Inter. Melakukan sebuah penyelamatan gemilang ketika Mattia Destro hampir menjebol gawang Julio Cesar.

Tidak mudah untuk Novara memasuki area penalti Parma karena Alessandro Lucarelli tampil konsisten sepanjang. Meski acapkali membantu serangan, bek veteran ini bisa dengan cepat kembali ke posisi asli jika mendapat ancaman lawan.

Edinson Cavani dibuat tak berkutik berkat penjagaan ketat Gianpaolo Bellini. Tidak hanya disiplin menjaga daerahnyam Bellini tidak segan membantu serangan. Hasilnya, dia ikut mencetak gol, memanfaatkan assist Ezequiel Schelotto.

GELANDANG KANAN GELANDANG TENGAH GELANDANG KIRI

Simone Pepe

Andrea Pirlo

Sulley Muntari

Sebelum membuka skor Juventus dengan sebuah tendangan akrobatik, Pepe sudah berkali-kali meneror pertahanan Lazio. Tidak hanya tepat dalam mencari peluang, Pepe juga sering mengirim umpan-umpan silang yang membahayakan gawang Marchetti.

Andrea Pirlo memang tidak ikut membukukan gol di laga krusial ini. Tapi, dia merupakan motor serangan, pengatur tempo serta memanjakan para penyerang dengan passing-passing cantik ke depan gawang.

Penampilan Sulley Muntari tidak terlalu istimewa, tapi dia mencetak gol krusial ke gawang Chievo melalui sebuah proses cantik. Sebuah tendangan keras dari jarak jauh dilepaskan Muntari usai menerima umpan Robinho.

PENYERANG KANAN
PENYERANG TENGAH PENYERANG KIRI

Alessandro Del Piero

Diego Milito

Pablo Osvaldo

Alessandro Del Piero kembali menunjukkan dirinya belum habis. Tampil sebagai pemain pengganti, Il Capitano Bianconeri ini mencetak gol penentu kemenangan, meski baru tampil kurang dari sepuluh menit.

Tampil ngotot sepanjang pertandingan, setelah menciptakan sejumlah kans di babak pertama Diego Milito akhirnya memecahkan kebuntuan berkat sepasang golnya, sekaligus menyelamatkan Inter dari hasil negatif.

Pablo Osvaldo menjadi bintang di laga krusial kontra Udinese. Tidak hanya membuka keunggulan Roma, Osvaldo yang tampil tak kenal lelah membuka peluang Francesco Totti mencetak gol kedua di empat menit laga sisa.
PELATIH TERBAIK

Luis Enrique (AS Roma)

Debut Luis Enrique bersama AS Roma tidak mudah. Pelatih asal Spanyol ini kembali dibanjiri kritik atas kekalahan pekan lalu. Tapi, Enrique membuktikan I Giallorossi mampu bangkit dan pekan ini dengan segala kepercayaan dirinya untuk tidak mundur, mantan pelatih Barcelona B ini tidak hanya memberikan kemenangan, tapi membuka impian tampil di Liga Champions musim depan.


Cedera Hidung Leonardo Bonucci Diperiksa Hari Ini

Leonardo Bonucci - Juventus
Bek sentral Juventus, Leonardo Bonucci, dijadwalkan menjalani serangkaian tes pada Kamis (12/4) waktu Italia untuk memeriksa cedera patah hidung saat menghadapi Lazio.
Problem tersebut dialami Bonucci di menit-menit akhir laga karena berbenturan dengan Libor Kozak, yang akhirnya harus menerima kartu kuning kedua.
Hasil pemeriksaan pada hari ini akan menentukan apakah pemain belakang berusia 24 tahun itu perlu menjalani operasi atau tidak untuk memulihkan hidungnya.
Pertandingan di Juventus Stadium sendiri berakhir dengan kemenangan tuan rumah 2-1 yang sekaligus mengantar mereka kembali ke puncak klasifika Serie A.


Alessandro Del Piero Berharap Golnya Tentukan Scudetto

Alessandro Del Piero - Juventus
Alessandro Del Piero berharap gol pemasti kemenangan Juventus 2-1 atas Lazio yang dicetaknya dapat pula menentukan langkah Tim Zebra ke tangga juara Serie A Italia di akhir musim.

Tampil menggantikan Mirko Vucinic di menit ke-73 untuk melakoni laga kompetitif ke-700 dengan seragam Hitam-Putih, sembilan menit berselang Il Pinturicchio sukses mengoyak jala Federico Marchetti lewat sepakan bebasnya.
Sebelumnya kedua tim menutup babak pertama dengan skor imbang 1-1 setelah gol Stefano Mauri melenyapkan keunggulan Juve melalui Simone Pepe. Tripoin dari laga tersebut memastikan laskar Antonio Conte kembali bertengger di pucuk klasemen melewati AC Milan.

"Saya berharap gol ini pada akhirnya akan terbukti krusial dalam balapan menuju scudetto," ucap Del Piero kepada wartawan.

"Akan menjadi sebuah 'bunuh diri sepakbola' apabila  kami imbang atau kalah dalam laga ini setelah penampilan super di babak pertama. Kami akan berjuang hingga akhir. Milan tak akan menyerah, tapi kami pun demikian," imbuh striker 37 tahun itu.

"Sekarang ini semua tentang kemampuan untuk tetap tenang di tengah tekanan dan berjuang mengatasi keletihan. Kami merasa luar biasa dan fokus pada pertandingan selanjutnya," tegas sang legenda.