Tampil dengan tim "seadanya", AC Milan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Chievo. Sayang, Rossoneri hanya merasakan capolista
selama 24 jam, karena sehari kemudian Juventus berhasil menyegel
kemenangan atas Lazio 2-1 di Juventus Stadium. Sulley Muntari dan
Alessandro Del Piero menjadi pahlawan bagi tim masing-masing.
Perebutan
satu tempat tersisa ke Liga Champions musim depan tidak kalah menarik.
AS Roma yang sempat dibanjiri kritik akibat hasil negatif pekan lalu,
merangsek ke peringkat lima menggeser Napoli yang secara mengejutkan
takluk 3-1 dari Atalanta di San Paolo.
I Giallorossi kembali bermimpi unjuk gigi di Liga Champions, karena kini hanya defisit empat poin dari Biancocelesti. Roma juga hanya terpaut satu angka dari Udinese yang mereka bekuk 3-1 melalui perjuangan dramatis.
Melihat serangkaian hasil tersebut, zheptaseptianto.blogspot.com merangkum 11 pemain yang layak dinobatkan sebagai yang terbaik pada giornata ke-32 Serie A Italia.
PENJAGA GAWANG
Federico Marchetti
Lazio memang harus pulang dengan tangan
hampa, tapi Federico Marchetti berperan besar karena perjuangannya di
bawah mistar gawang. Marchetti berkali-kali jatuh bangun menyelamatkan
gawang agar tidak menjadi bulan-bulanan dari serangkaian peluang
Juventus.
BEK KANAN
|
BEK TENGAH |
BEK TENGAH |
BEK KIRI |
 Rodrigo Taddei |
 Javier Zanetti |
 Alessandro Lucarelli |
 Gianpaolo Bellini |
Mencegah Antonio Di Natale bergerak dengan leluasa saat menerima
bola. Penempatan posisinya nyaris tidak pernah gagal sehingga Udinese
kesulitan mencari celah.
Javier Zanetti merupakan sosok sentral
dari kemenangan Inter. Melakukan sebuah penyelamatan gemilang ketika
Mattia Destro hampir menjebol gawang Julio Cesar.
Tidak mudah
untuk Novara memasuki area penalti Parma karena Alessandro Lucarelli
tampil konsisten sepanjang. Meski acapkali membantu serangan, bek
veteran ini bisa dengan cepat kembali ke posisi asli jika mendapat
ancaman lawan.
Edinson Cavani dibuat tak berkutik berkat
penjagaan ketat Gianpaolo Bellini. Tidak hanya disiplin menjaga
daerahnyam Bellini tidak segan membantu serangan. Hasilnya, dia ikut
mencetak gol, memanfaatkan assist Ezequiel Schelotto.
| GELANDANG KANAN |
GELANDANG TENGAH |
GELANDANG KIRI |
 Simone Pepe |
 Andrea Pirlo |
 Sulley Muntari |
Sebelum membuka skor Juventus dengan sebuah tendangan akrobatik,
Pepe sudah berkali-kali meneror pertahanan Lazio. Tidak hanya tepat
dalam mencari peluang, Pepe juga sering mengirim umpan-umpan silang
yang membahayakan gawang Marchetti.
Andrea Pirlo memang tidak
ikut membukukan gol di laga krusial ini. Tapi, dia merupakan motor
serangan, pengatur tempo serta memanjakan para penyerang dengan
passing-passing cantik ke depan gawang.
Penampilan Sulley
Muntari tidak terlalu istimewa, tapi dia mencetak gol krusial ke gawang
Chievo melalui sebuah proses cantik. Sebuah tendangan keras dari jarak
jauh dilepaskan Muntari usai menerima umpan Robinho.
PENYERANG KANAN
|
PENYERANG TENGAH |
PENYERANG KIRI |
 Alessandro Del Piero |
 Diego Milito |
 Pablo Osvaldo |
Alessandro Del Piero kembali menunjukkan dirinya belum habis. Tampil sebagai pemain pengganti,
Il Capitano Bianconeri ini mencetak gol penentu kemenangan, meski baru tampil kurang dari sepuluh menit.
Tampil ngotot sepanjang pertandingan, setelah menciptakan sejumlah kans
di babak pertama Diego Milito akhirnya memecahkan kebuntuan berkat
sepasang golnya, sekaligus menyelamatkan Inter dari hasil negatif.
Pablo
Osvaldo menjadi bintang di laga krusial kontra Udinese. Tidak hanya
membuka keunggulan Roma, Osvaldo yang tampil tak kenal lelah membuka
peluang Francesco Totti mencetak gol kedua di empat menit laga sisa.
PELATIH TERBAIK
Luis Enrique (AS Roma)
Debut Luis Enrique bersama AS Roma
tidak mudah. Pelatih asal Spanyol ini kembali dibanjiri kritik atas
kekalahan pekan lalu. Tapi, Enrique membuktikan I Giallorossi
mampu bangkit dan pekan ini dengan segala kepercayaan dirinya untuk
tidak mundur, mantan pelatih Barcelona B ini tidak hanya memberikan
kemenangan, tapi membuka impian tampil di Liga Champions musim depan.