Kamis, 12 April 2012

Pemain, Pelatih, Tim Terbaik Serie A Italia 32ª Giornata Versi GOAL.com Indonesia

Simone Pepe - Juventus
Tampil dengan tim "seadanya", AC Milan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Chievo. Sayang, Rossoneri hanya merasakan capolista selama 24 jam, karena sehari kemudian Juventus berhasil menyegel kemenangan atas Lazio 2-1 di Juventus Stadium. Sulley Muntari dan Alessandro Del Piero menjadi pahlawan bagi tim masing-masing.

Perebutan satu tempat tersisa ke Liga Champions musim depan tidak kalah menarik. AS Roma yang sempat dibanjiri kritik akibat hasil negatif pekan lalu, merangsek ke peringkat lima menggeser Napoli yang secara mengejutkan takluk 3-1 dari Atalanta di San Paolo.

I Giallorossi
kembali bermimpi unjuk gigi di Liga Champions, karena kini hanya defisit empat poin dari Biancocelesti. Roma juga hanya terpaut satu angka dari Udinese yang mereka bekuk 3-1 melalui perjuangan dramatis.

Melihat serangkaian hasil tersebut, zheptaseptianto.blogspot.com merangkum 11 pemain yang layak dinobatkan sebagai yang terbaik pada giornata ke-32 Serie A Italia.


PENJAGA GAWANG

Federico Marchetti

Lazio memang harus pulang dengan tangan hampa, tapi Federico Marchetti berperan besar karena perjuangannya di bawah mistar gawang. Marchetti berkali-kali jatuh bangun menyelamatkan gawang agar tidak menjadi bulan-bulanan dari serangkaian peluang Juventus.

BEK KANAN
BEK TENGAH BEK TENGAH BEK KIRI

Rodrigo Taddei

Javier Zanetti

Alessandro Lucarelli

Gianpaolo Bellini

Mencegah Antonio Di Natale bergerak dengan leluasa saat menerima bola. Penempatan posisinya nyaris tidak pernah gagal sehingga Udinese kesulitan mencari celah.

Javier Zanetti merupakan sosok sentral dari kemenangan Inter. Melakukan sebuah penyelamatan gemilang ketika Mattia Destro hampir menjebol gawang Julio Cesar.

Tidak mudah untuk Novara memasuki area penalti Parma karena Alessandro Lucarelli tampil konsisten sepanjang. Meski acapkali membantu serangan, bek veteran ini bisa dengan cepat kembali ke posisi asli jika mendapat ancaman lawan.

Edinson Cavani dibuat tak berkutik berkat penjagaan ketat Gianpaolo Bellini. Tidak hanya disiplin menjaga daerahnyam Bellini tidak segan membantu serangan. Hasilnya, dia ikut mencetak gol, memanfaatkan assist Ezequiel Schelotto.

GELANDANG KANAN GELANDANG TENGAH GELANDANG KIRI

Simone Pepe

Andrea Pirlo

Sulley Muntari

Sebelum membuka skor Juventus dengan sebuah tendangan akrobatik, Pepe sudah berkali-kali meneror pertahanan Lazio. Tidak hanya tepat dalam mencari peluang, Pepe juga sering mengirim umpan-umpan silang yang membahayakan gawang Marchetti.

Andrea Pirlo memang tidak ikut membukukan gol di laga krusial ini. Tapi, dia merupakan motor serangan, pengatur tempo serta memanjakan para penyerang dengan passing-passing cantik ke depan gawang.

Penampilan Sulley Muntari tidak terlalu istimewa, tapi dia mencetak gol krusial ke gawang Chievo melalui sebuah proses cantik. Sebuah tendangan keras dari jarak jauh dilepaskan Muntari usai menerima umpan Robinho.

PENYERANG KANAN
PENYERANG TENGAH PENYERANG KIRI

Alessandro Del Piero

Diego Milito

Pablo Osvaldo

Alessandro Del Piero kembali menunjukkan dirinya belum habis. Tampil sebagai pemain pengganti, Il Capitano Bianconeri ini mencetak gol penentu kemenangan, meski baru tampil kurang dari sepuluh menit.

Tampil ngotot sepanjang pertandingan, setelah menciptakan sejumlah kans di babak pertama Diego Milito akhirnya memecahkan kebuntuan berkat sepasang golnya, sekaligus menyelamatkan Inter dari hasil negatif.

Pablo Osvaldo menjadi bintang di laga krusial kontra Udinese. Tidak hanya membuka keunggulan Roma, Osvaldo yang tampil tak kenal lelah membuka peluang Francesco Totti mencetak gol kedua di empat menit laga sisa.
PELATIH TERBAIK

Luis Enrique (AS Roma)

Debut Luis Enrique bersama AS Roma tidak mudah. Pelatih asal Spanyol ini kembali dibanjiri kritik atas kekalahan pekan lalu. Tapi, Enrique membuktikan I Giallorossi mampu bangkit dan pekan ini dengan segala kepercayaan dirinya untuk tidak mundur, mantan pelatih Barcelona B ini tidak hanya memberikan kemenangan, tapi membuka impian tampil di Liga Champions musim depan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar