“Saya diberi tahu setelah pertandingan ini kalau kami menyamai rekor Fabio Capello waktu melatih Juve, yaitu 28 gim tanpa terkalahkan. Jadi, sekarang pergi dan lihat Juve yang dilatih Capello dan katakan kalau kami tidak melakukan sesuatu yang hebat.”
Demikian kata Antonio Conte setelah Juve mengalahkan Fiorentina 5-0 pada akhir pekan lalu. Tim yang dilatihnya di musim ini menyamai rekor tim di musim 2005/06 saat masih ditangani Capello. Waktu itu mereka sempat terpuruk dan kemudian bangkit sejak pekan kesepuluh untuk bersaing ketat dengan AC Milan sampai akhir musim, dan akhirnya meraih Scudetto.
Namun, apakah pencapaian itu membuat tim besutan Conte selevel dengan tim Capello? Apa pencapaian itu lebih hebat dari prestasi pada enam tahun lalu? Sergio Stanco dan Kris Voakes mencoba menganalisa perbandingan kedua pelatih serta kekuatan tim mereka masing-masing.
REKOR FABIO
Ada berita menggelitik saat tim besutan Conte baru saja menyamai rekor Juve saat masih dilatih Capello yaitu tidak terkalahkan dalam 28 gim di liga. Dalam wawancara seusai pertandingan, Conte mengatakan hal itu terjadi di musim 2004/05, hal itu seperti menunjukkan rekor yang dibuat tim Capello kurang dikenang.
Faktanya, Juve hanya sekali kalah di musim 2005/06, yaitu saat melawan Milan yang finis di peringkat kedua. Mereka total mengkoleksi 91 poin di musim yang dinodai dengan kasus Calciopoli tersebut, dengan mencetak 27 kemenangan, 10 draw dan 1 kekalahan.
Satu hal yang jadi keunggulan Bianconeri di musim ini adalah rekor pertemuan mereka dengan Milan. Tim Capello kalah sekali dan hanya bermain imbang melawan Rossoneri yang saat itu dilatih Carlo Ancelotti. Di musim ini, Juve menang 2-0 pada Oktober kemarin berkat dua gol telat Claudio Marchisio.
Tim Capello saat itu punya Buffon yang masih dalam puncak performanya, dengan didampingi nama-nama besar di lini belakang seperti Fabio Cannavaro dan Lilian Thuram. Di depan mereka ada duo Emerson dan Patrick Vieira, yang di musim sebelumnya memperkuat Arsenal. Di lini penyerangan, mereka punya Zlatan Ibrahimovic dan David Trezeguet, serta satu nama lagi yang sekarang lebih sering menjadi pemain pengganti, Alessandro Del Piero.
Itu adalah tim yang diakui banyak orang sebagai yang terbaik di era Luciano Moggi, terutama dalam hal strategi pertahanan. Dan jangan lupa, saat Italia menjuarai Piala Dunia 2006, ada lima pemain Juve yang termasuk pemain kunci dan sangat berpengaruh.
| TANTANGAN CONTE |
Faktor utama untuk membandingkan kedua tim tersebut adalah berapa banyak pemain dari tim sekarang ini yang bisa menembus tim utama Capello. Bahkan seorang Buffon pun mulai diragukan kalau kualitasnya sebagus enam tahun lalu. Bisa jadi hanya Andrea Pirlo yang kemungkinan paling berpeluang menjadi pemain utama, karena level permainanya tidak jauh berbeda.
Pemain lain seperti Giorgio Chiellini, Arturo Vidal, Marchisio dan Mirko Vucinic mungkin bisa jadi tambahan bagus untuk bangku cadangan tim Capello. Namun dengan kehadiran Mauro Camoranesi yang bekerja keras di sisi kanan dan Pavel Nedved yang elegan di sisi kiri, kecil kemungkinan bagi Vidal maupun Marchisio menjadi pemain inti.
Satu posisi yang jadi keunggulan utama tim Conte adalah posisi bek kanan. Permainan standar Jonathan Zebina masih di bawah Stephan Lichtsteiner, walaupun pemain asal Swiss itu masih diminta untuk meningkatkan level permainannya agar tetap jadi pilihan utama dibandingkan Martin Caceres.
Dengan membandingkan rating pemain kedua tim, sepertinya itu adalah cara paling tepat untuk menilai kekuatan mereka, dan dalam hal ini tim Capello 2006 lebih unggul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar